Bisnis Paling Prospek untuk Beberapa Tahun ke Depan

Suatu ketika saya ditanya adek kelas saya. Dan adek kelas saya ini orangnya yang misterius gitu.
Pertanyaannya adalah: Mbak, bisnis apa yang prospek untuk beberapa tahun yang akan datang?

Saya jawab aja asal-asalan dan tanpa mikir panjang, “Rumah Sakit Jiwa dan Catering”

“Betul mbak, Rumah Sakit Jiwa yang murah.” katanya

“Lho, masuk RSJ itu mahal tah?” tanya saya o’on

Akhirnya dia bercerita tentang RSJ karena orang tua temannya ada yang bekerja di RSJ.

Nah, setelah saya pikir-pikir lagi.. untuk beberapa tahun yang akan datang, bisnis yang prospek adalah:
1. Day Care/Tempat Penitipan Anak karena makin banyaknya ibu rumah tangga yang sibuk

2. Catering yang enak dan murah, karena ibu rumah tangga pada sibuk kerja. Sekarang aja di perumahan saya, ibu-ibu memilih beli makanan karena jatuhnya lebih murah daripada masak sendiri

3. Pemijat wanita khusus Wanita. Hohoho. Karena ibu-ibu sibuk kerja, jadi sekarang banyak yang cari tukang pijat wanita. Fenomena ini sudah terlihat di perumahan saya. Wew, sampe ngantri-ngantri pesen tukang pijet.

4. RS Kejiwaan, melihat fenomena banyak yang mengeluh dan mengeluh.. (termasuk saya) Wekekeke.. Jadi gak musti sampe gila masuk RS ini.. Qiqiqi

sementara itu dulu

Comments (1) »

Di Balik Nama Fiktif

Kapan itu ada yang pasang status begini “Masih aja ada orang yang gak mau pake nama asli, gak menghargai yang kasih nama”. Wah, saya sih agak GR gitu, padahal dia lho gak ada di friendlist saya. Haha. Jadi, dia ngebahas orang lain mungkin. Qiqiqi

Nah, tapi kalo komen temen saya yang ini, “Ah belagu lw, Mar. Kaya artis aja pake nama palsu” kyahahaha gedubrak..

Ehmm.. saya suka kok dengan nama asli saya. Karena gak pasaran. Wekekeke.. Jadi, bukan karena gak puas dengan nama asli. Hehe.. Bukan juga karena sok artis. Haha. Justru saya jadi orang yang gak dikenal. Hehe. Malah dikira orang asing. Hihi..

Banyak pertimbangan sebenarnya.. dan ternyata pak Obama di kemudian hari pun mengatakan bahwa banyak pemuda Amerika yang terkena bumerang gara-gara terlalu vugar memberi data diri di internet. Sehingga ketika mereka melamar ke perusahaan, dengan mudahnya perusahaan memperoleh data kebiasaan sehari-hari sang pelamar.

Kyahahaha. Gak nyangka pak Obama sepemikiran dengan saya *gulung-gulung*

Tapi, saya kurang konsisten dalam menyamarkan nama. Masih sering keceplosan nyebut nama asli. Wekeke

Nah, ternyata sesuai dengan prediksi.. Waktu saya masuk ruang admin tempat kuliah saya sekarang, wew, bapaknya nge-search in nama-nama kita lewat social networking. Wekekeke, ohohoho untungnya saya pake nama samaran.

Tapi, sebenernya alasan utama pake namaran sih karena biar kayak Ki Hajar Dewantara. Hakhak, gak ding, gak nyambung..

Ya biar bebas berekspresilah.. Kan saya pemalu (blush) *halah*

Comments (3) »

Bekerja seolah-olah dengan gaji 100 juta

Hehe, kemarin Sabtu dapet tips keren dari Ustadzah Wahyu.
Ini mengenai gaji guru TK yang super minimalis. Hehe. 500rb/bulan itu uda banyak. Hehe.. Mbak Lely yang uda 4 tahun ngajar TK (daerah Pasuruan) aja paling mentok dapat gaji 200rb. Sedangkan si Lely (sama namanya) yang ngajar di Jombang gajinya cuma 75rb. Hoho.

Nah, jadi bagi yang pengen menjadikan profesi guru TK sebagai mata pencaharian, mending dipikirin lagi deh. Hehe..

Sedangkan yang emang uda niat jadi guru TK tanpa mempertimbangkan gaji, ya jangan ngajar asal-asalan juga karena gajinya kecil.

Berikut tipsnya agar tetap totalitas jadi guru TK..

Anggaplah seolah-olah Anda digaji 100 juta.

Jika Anda digaji 100 juta, berarti bagaimana kerja Anda? Pasti berusaha totalitas kan?

Nah, jika yayasan hanya membayar 500 rb gaji Anda, maka anggap saja Yayasan berhutang 99.500.000 pada Anda atau anggap saja Anda menyumbang sisa gaji Anda pada yayasan. Bukankah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah? Kyahahaha..

Weleh, bisaaa aja Ustadzah Wahyu ini.. Apalagi orangnya kocak banget dan gak bisa dilukiskan ekspresinya di sini. Huk, jadi sedih karena kemarin mata kuliah terahir dengan ibu nya. Uda gitu kita malah bikin ulah gak bisa tenang padahal ibunya uda ada di dalam kelas.
Dan cara ibunya nginggatin kita elegan banget deh.

“Di sini siapa yang bacaan Al Quran nya enak?” tanya Ustadzah Wahyu

Teman-teman pun memilih Ustadzah Anda untuk membaca Al Quran..

Ali Imran ayat 110..

Nah, setelah itu barulah Ustadzah Wahyu nasehatin kita.. Horeeee lama banget. Haha. Lumayan gak jadi presentasi kita. Hakhak.

Yuhuuu, we will be miz yu, Ustadzah…

Leave a comment »

30 januari

Hari ini seperti hari-hari biasanya..
Diawali dengan pagi dan disusul dengan malam..

Diisi dengan masalah dan dipecahkan dengan solusi

diwarnai senyum, guratan kesedihan, perasaan cemas, bahkan tangisan

disapa salju dibalut dingin..

dihempas kesepian di negeri asing

berharap ada seseorang yang membawa lari dari negeri itu

diserang jutaan pikiran dihujani jutaan pertanyaan

ditaburi harapan dihiasi impian

meragukan diri meragukan sekitar

dibayangi masa depan dihantui tuntutan sekitar

menyimpan idealisme menyembunyikan rasa

dibelenggu rindu untuk menemui-Nya
di balik ketakutan tidak dapat bertemu

menafaskan asma-Nya menghirup kasih-Nya

melantunkan doa meyakini janji-Nya

memohon ampun menginginkan Ridlo-Nya

merasakan bergantinya waktu detik demi detik, bergantinya umur tahun demi tahun…

menapaki tangga kehidupan yang semakin terjal

ingin berpegang pada tali agama-Mu

ingin dituntun oleh-Mu semata

ingin diterangi cahaya-Mu selalu

Ya Rabb, cukuplah Engkau sebagai penolong dan pelindung Kami..

Tiada daya dan kekuatan selain dari-Mu

***

Untuk Adrianna..

Ya Rabb. Jagalah dia di Negeri Asing itu..

Ya Rabb, hidupkanlah kami dalam kehidupan yang baik bagi kami. Dan matikanlah kami dalam kematian yang baik bagi kami (HR. Bukhari)

Aamiin..

Comments (2) »

Jangan Muntahi Teman ! (bag 2)

Sekitar satu atau dua kali setiap bulan, Sam seringkali bete, suasana hatinya kacau benar. Ia mengalami apa yang ia sebut “serangan pikiran kelas dunia”. Selama saat-saat itu, pikirannya jadi negatif. Ia merasa tak aman serta pesimis. Ia membayangkan teman-temannya berkomplot menentangnya, orangtuanya tidak mencintainya, dan seumur hidupnya ia selalu gagal. (Siapa sih yang tak punya pikiran seperti itu ketika sedang bete?)

Karena pikiran-pikiran itu dianggapnya benar dan ia merasa sangat tidak enak, Sam menggunakan kesempatan yang ada untuk menumpahkan perasaannya kepada orang lain. Ia jadi marah, lalu bersikap defensif dan menyerang. Ia menjauhkan orang-orang dari dirinya. Seolah-olah ia sedang memuntahi teman-temannya dan yang lain.

Sam kemudian tahu bahwa setiap orang pasti pernah bete, itu bukan barang baru. Tapi, ia juga tahu bahwa perasaan dan pikiran merupakan pengalaman sementara, bahkan yang buruk pun akan memudar dan hilang. Ketika hal itu terjadi, semua akan terlihat lain, tidak terlalu buruk dan menakutkan. Dalam situasi batin yang buruk, semua tampak sangat jelek dan lebih buruk daripada yang sebenarnya. Sam belajar bahwa, karena suasana hati yang buruk terasa benar, kita cenderung berpikir bahwa memang seperti itulah keadaannya, meskipun sebenarnya tidak. Ia tertawa ketika pertama kali menyadarinya. Pada hari Senin, sebagai contoh, ia benci pada dunia, tapi pada hari Selasa, semua akan terlihat baik.

Ia kemudian tahu, bahwa secara umum, lebih baik menunggu suasana hatinya berubah menjadi baik sebelum ia bertemu orang lain. Ia telah bisa menerima kenyataan bahwa, meskipun semua orang punya suasana hati yang buruk, hal itu tidak berarti ia harus mengungkapkannya atau bahkan menganggapnya penting. Ia sekarang tahu bahwa tidak apa apa meminta bantuan atau dukungan dan berbagi dengan orang lain ketika ia sedang merasa tidak enak kalau memang diperlukan, tapi tidak perlu memuntahi mereka.

Oleh: Richard Carlson, Ph.D

Leave a comment »

Jangan Muntahi Teman ! (bag 1)

Dalam buku Dont Sweat the Small Stuff for Teens (saya dikasih guru saya buku ini memang waktu masih teenager, kelas 1 SMA) ada 100 tips dari penulis agar tetap cool walau sedang BeTe.. Hehe.

Nah, entah kenapa tips pertama adalah “Jangan Muntahi Teman !” wehehehe bikin saya tersenggol waktu itu (blush) dan saya pikir-pikir memang benar.
Mari kita simak..

***
Kamu pasti tak kepikiran untuk memuntahi temanmu kalau kamu sedang mual karena sakit, kan? Itu sih sudah jelas.

Tapi menariknya, banyak orang yang cenderung berbuat begitu bila sedang mengalami gejolak emosi yang sebanding dengan mual karena sakit. Ketika kita sedang bete, suasana hati kita sedang buruk, dan kita tak bisa mengontrol emosi. Bukannya menjaga jarak dan memastikan bahwa kita tak akan menulari orang lain, beberapa di antara kita malah menyerang orang yang kita kenal (teman, orang tua dan lainnya) dengan penderitaan kita. Kita menumpahkan semua pikiran, rasa tidak aman, dan pikiran negatif yang kebetulan ada dalam otak kita.

bersambung

Leave a comment »

Jiwa Murobbiyah??

Hari Jum’at kemarin adalah mata kuliah terakhir tentang Konsep Pendidikan Pra Sekolah dengan topik (lupa?), pokoknya bahas tentang design bangunan/gedung sebuah TK.

Tapi menurut kami (saya dan mbak Lely), design nya terlalu lebai. Karena pake standard NAEYC dan standard kebersihannya pake standard hotel.

Dan gak nyangka Ustadzah nyeletuk “Nah, biar punya TK sendiri, berarti cari mertua yang kaya.Hehe”

Gedubrak.. Toweng TekBlung.. Bisa bercanda juga ini orang.

Btw, Jumat kmarin Ustadzahnya cantiiiik bangeeet. Karena pertama kali gak pake seragam guru TK. Sampe saya curi-curi ambil foto cem secret admirer gitu.Hakhak.. ‘Cantik e ora umum’ (mengutip kalimatnya Endang).. Qiqiqi. Pengen deh kayak Ustadzah.. (efek keteladanan).

Lalu pesan terakhir Ustadzah adalah “Ketika mengajar, kita harus punya jiwa Murobbiyah (pendidik). Tidak hanya ketika dalam kelas tapi juga dalam keseharian kita. Sikap kita harus selalu dijaga karena sikap kita menjadi keteladanan untuk murid-murid kita dan orang-orang di sekitar kita. Bla bla bla.. Kalau ketawa jangan sampe ngakak, bicaranya harus dijaga”

“Nah ini, kayaknya gak aku banget (gak ketawa ngakak). Huhu kayaknya gak cocok ini jadi guru TK. Terus enaknya jadi apa ya” ucapku ke mbak Lely

“Jadi pelawak ae” jawab mbak Lely

Terus kita nyengar-nyengir..

Hummmp, sebenarnya dari awal uda tau sih betapa beratnya jadi MODELLING buat anak TK yang sedang memasuki Golden Age dan saya memasuki OLDen Age.. Wekekeke

Eh, tapi malah tertantang.. Maksudnya kalau nggak gini nanti gak ada greget buat segera mereformasi sikap. Pengennya ya saya gak cuma pura-pura bersikap sesempurna mungkin depan bocah-bocah itu.. Capek deh kalau kudu akting mulu.. Alangkah baiknya jika habbit saya kudu baik dulu. Sehingga secara otomatis menjadi pembiasaan dan keteladanan buat bocah-bocah itu. Karena menurut saya dan Mbak Lely, memang cara ampuh mendidik adalah paling efektif dengan Pembiasaan dan Keteladanan.

Kadang tiba-tiba keluar juga sisi-sisi gak jelas saya “Emang saya pengen jadi guru TK ya..??!? perasaan saya cuma tertarik dengan ilmu yang ada di pendidikan guru TK ini. Maksudnya buat bekal jadi seorang ibu buat anak-anak saya (insyaALLAH kalau punya anak), tapi kalau jadi guru TK buat anak banyak orang kok rasanya beban moral banget. Bisa?Gak?Bisa? Gak? Bisa?Gak?(ngitung kancing)”

Caca Deeeh..

Hummp, Inna Ma’al ‘Usri Yusraa..

Leave a comment »

Relaksasi dan Refreshing

Ada banyak cara untuk melakukan Relaksasi atau Refreshing. Sebagian ada yang jalan-jalan ke Mall, sebagian ada yang ke bioskop/liat pilem, sebagian ada yang ke tempat karaoke, sebagian ada yang maen game, sebagian ada yang ke tempat wisata, sebagian ada yang berselancar ke dunia maya, sebagian ada yang berlarut-larut dengerin musik. Ah banyak cara lha pokoknya.

Nah, bagi saya yang sejenis PET HOME, di keluarga kami hampir tidak mengenal kata RELAKSASI atau REFRESHING.

Jadi, waktu hari pertama lebaran kemarin, saya dan mbak saya diberi cuti FULL di rumah. Toko nya ditutup. Subhanallah, nikmatnya. Haha.

Eits, bukan mau ngomongin itu. Haha.

Beberapa cara relaksasi tanpa biaya yang pernah saya lakukan, khususnya waktu jaman dahulu.

1. Paling seneng ke danau kampus sendirian. Duduk-duduk di rumput liatin ikan. Subhanallah pengen deh setenang air di danau

2. Berendem di bak kamar mandi kos. Haha. Untungnya tiap kamar ada bak mandinya. Jadi gak takut didemo temen-temen. Hahaha.

3. Ke toko buka cuma buat scanning aja..

4. Cari masjid yang adem, yang sepi trus glundung-glundung di sana. Haha

5. Ngliatin bintang dan jalan raya di atas atap kosnya Widhi

6. Ngliatin foto-foto yang sampe 10an ribu lebih. Hahaha.

7. Semedi di kamar mandi bisa sampe 2 jam an. Haha *gelo* Satu-satunya ruangan yang bisa saya kunci dari dalam.

8. Menikmati angin Shubuh.. Bener-bener bikin relaks juga

9. Baca buku dan menulis yang gak ada hubungannya dengan tugas. Hoho

10. Pernah waktu kalut banget (jaman skripsi), padahal lagi gak enak body.. Malah ujan-ujan di halaman rumah. Pengen ngrasain sensasi massage air hujan. Hehe

ada yang syar’i gak cara relaksasi saya? Haha..

Relaksasi yang Syar’i yang kayak gimana ya?
Apa yang ini:
“Jadikan sholat dan sabar sebagai penolongmu”

huk, belum maksimal penerapannya..

Leave a comment »

Merasakan atau Menikmati?

1 mingguan yang lalu, Ustadzah Wahyu membahas betapa pentingnya kita MERASAKAN apa-apa yang kita dapat. Terutama yang Rasa-rasa sakit dan penderitaan. Hehe

Kalo menurutku sih, makin dirasain makin berasa sakitnya. Apa gak mending dinikmati aja ya?
Menikmati hingga sampai pada tingkat rasa sakit itu dikonversi menjadi obat penguat. *mbulet*

Caranya simple aja ya..

Ambil nafas dalam, keluarkan perlahan-lahan (dari hidung ya, hoho).. Lalu tersenyumlah dan katakan pada diri Anda sendiri “Ya, that’s a joke. Bukankah hidup hanyalah permainan dan senda gurau”
Yang penting kan kita sudah berusaha sebaik mungkin. Hasil? Urusan Allah bukan.

Gak mempan?

Perlebar hati Anda bagai Telaga..

Gimana caranya?

Senyum lagi yang lebih ikhlas..

Gak mempan?

Mending tidur dulu lah. Haha. Daripada mikir yang nggak-nggak.

Gak bisa tidur?

Ambil wudlu.. Beber sajadah. Silahkan nangis..

Gak bisa keluar air matanya?

Minum kopi

hleh? Jd g nyambung. Haha

intinya, gimana caranya bisa MENIKMATI. Ato Sama aja ya Menikmati dan Merasakan? Hehe

Leave a comment »

Pentingnya fokus

Ya Allah, penyakit tidak fokus mulai kambuh ini.

Seberapa penting sih fokus?

Coba taruh kertas di tengah lapangan saat matahari sedang terik-teriknya? Apa bisa terbakar?

Lalu coba ambil lup, dan pegangi lup di atas kertas tadi? Apa bisa terbakar?

Jawabannya.. Tanyakan galileo galilei.. *rRrRrr*

Leave a comment »