Negeri di Awan

Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Dimasa lalu

Kau datang padaku
Kau tawarkan hati nan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri

Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa
Aku menuju kesana

Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih

-Katon Bagaskara-

Leave a comment »

Haaaaaiiiii

Haaaaaaaai

Haaaaaaaai

Haaaaaaaai

Comments (2) »

Murid saya ada yang namanya Fathan

hmmm.new episode ngajar di sekolah baru. Yaaaaaaa sekarang ngajar di TK Permata Sunnah. Karena TK nya juga masih baru, (ini sudah menginjak tahun ketiga)..jadi masih dimaklumi kalau TK nya juga masih sederhana sekali. Jumlah total muridnya saja hanya 45 orangan. Sedang di TK yang lama muridnya ada 168 orang….

yah, yang menarik adalah ada seorang murid saya yang bernama Fathan. Yah? lalu apa menariknya? hehe….

Kalau di TK yang lama ada murid saya bernama Gathan dan itu cukup membuat memori saya selalu terinduksi dengan gelombang masa lalu..apalagi yang ini..kalau namanya benar-benar Fathan..ahahahhaa..

Kalau Fathan, teman lama saya biasanya dipanggil Fatan (gak pake H).. demikian juga dengan murid saya yang ini, ternyata panggilannya juga Fatan (gak pake H).

Sebenernya sih yang bener tuh pengucapannya Fat-Han. Jadinya, kami memanggil murid kami yang baru itu dengan “Fat-Han” . Tapii apa yang terjadi? ternyata dia tidak merespon ketika dipanggil Fat-han, Dan ternyataaaaaa..ketika kami menanggil dengan “Fatan” eh dia noleh..gubrak….hehe…

Ya ya ya…….  sekian cerita garing dari saya… ;p

Comments (1) »

Just do it

just do it.. sebuah kalimat yang pernah tertulis di kardus sepatu yang pernah saya beli. Eits,, kado dari papa ding. bukan saya yang beli. qiqiqiqi…Ahahahhaha tapi dulu waktu SMP otak saya belum mudeng kenapa Nike Air pake kalimat afirmasi “just do it”. Yah maklom lah english saya juga gak bagus-bagus amat haha. Jadi masih inget banget deh dulu itu sampek saya penasaran banget dengan maksud dari kalimat itu.maknanya apa sih..kenapa nike air pake afirmasi itu..kenapa “just do it” gitu… tanya saya waktu itu

Hingga bertahun-tahun berselang rasa penasaran itu.. lalu tiba-tiba .. tibalah masanya hingga sekarang ini saya merasa tingkat kepasrahan saya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan ketika saya masih SMP. hloh? haha..

Mungkin kalau dulu pikiran saya terlalu ribet kali yah..dan semakin tua semakin males mikir yang ribet-ribet heheh.. jadi sekarang bawaannya “ya sudah….dijalani saja… JUST DO IT…”. Oooooo JUST DO IT itu kan yang di kardus sepatu itu….hehe….

JUST DO IT NO MATTER WHAT….. rrrrrrrrrrrrrrr au ah lap…haha… aku pada-Mu….

entah kemana alur sinetron ini menggelinding… entah apa endingnya…..Wallohu a’lam…

Leave a comment »

Puisi dari Walimurid…

Bismillahirrahmanirrahiim. Assalamualaikum wr.wb. Sebelumnya saya mohon maaf jika hal ini mengganggu aktivitas ustadzah. Rangkaian kata dan kalimat yang tak beraturan ini sebagai ungkapan terimakasih saya sebagai seorang ayah kepada ustadzah buah hati kami.

Bait-bait kegelisahan dan harapan seorang ayah ini

tentang asa yang tertumpu pada buah hati yang bergerak melangkah

dan bereksplorasi dengan tatapan matanya yang bening ataupun yang terdengar asing

melaju dan melimpah terserap tanpa tersaring

tak peduli baik buruk, salah atau benar mengisi memori memenuhi otak dan pikirannya

menjadi untaian pemahaman serta pola pandang pada dunia dan isinya

ukhti, ustadzah terbaik buah hati kami

kami ayahnya bertemu saat gelap mengambil alih hari tatkala mata kami dan mata bulatnya meredup dan terasa memerih

yang menyisakan tak lebih beberapa patah kata antara kami dengannya

hingga kami tak tahu apakah patahan kata untuknya mampu menghiasi benak dan mimpinya

ukhti, ustadzah jundi-jundi kecil kami

telah kami saksikan tanpa lagi menyangsikan yang dengan tutur katamu yang lembut

dihiasi senyuman dan tatapan mata yang tulus

merelakan sebahagian waktu emasmu bersamanya mengenalkan keagunganPenciptanya

menuntun meneladani akhlak RasulNya

memberi ruang di hatimu yang seluas-luasnya

memenuhi hasrat keingintahuan akan dunianya

bersabar atas egonya

memeluk menghibur hingga berbinar mata sembabnya

dan menjadikan engkau ibunda saat diluar rumahnya

ukhti, ustadzah bintang-bintang kecil kami

sungguh kebahagiaan tak terperi

tanpa diminta engkau tlah memahami suara hati ini

mengemban yang semestinya menjadi tanggung jawab dan peran kami

mengupayakan bebintang kecil ini bersinar di zamannya nanti cemerlang dengan cahayaNya menerangi bumi

(zedin achmad, 27 Mei 2011) Semoga berkenan, Wassalamualaikum wr.wb Note: Jika sekiranya pantas bisa di share ke ustadzah yang lain. Jazakillah..

Comments (3) »

Innocent… (4)

Saya : Caca, uda Ca nangisnya berhenti dong (nggak pernah deh Caca 1 hari aja gitu gak pake marah-marah dan nangis)
Caca : kata Bunda.. Caca nggak boleh nangisan, tapi kenapa sih Lala bikin Caca nangis.
Saya : (towengg). (karena Caca dikit2 nangis makanya Bunda nyuruh Caca begitu). Tapi Caca juga salah kan, kenapa tadi Caca menyalip? Tangan Lala jadi gak sengaja nyakar perut Caca deh.
Caca : tapi teman yang lain juga banyak yang menyalip.
Saya : (sapa suruh ikut-ikut <_< ) (saya towel2 deh pipi yang makin tembem.. Ughhh gemez deh =p )

Yayi' : kalau mama ijin gak masuk kantor, nanti kalau dipecat gimana?
Ustadzah Diah : makanya pengumumannya ustadzah kasih dari sekarang, supaya ayah bunda bisa cuti untuk rekreasi menemani kalian
Yayi' : terus yang jaga rumah siapa? Gini aja, mama ikut nemani aku rekreasi, ustadzah yang jaga rumahku

gedubrak <_<

Comments (1) »

Innocent… (3)

Caca : ustadzah, aku sama Zumar gemukan siapa?
Saya : Siapa ya? (bingung, takut salah jawab karena Caca temperamennya cukup tinggi)
Caca : siapa ustadzah?
Saya : kayaknya sama deh. Caca makannya sedikit dikurangin dong. Nanti makin gemuk lho
Caca : gak apa-apa, enak gemuk. Kalau kurus itu tipis (sambil mengisyaratkan ukuran tipis dengan tangannya)
Saya : <_< (nyindir neh)

Beberapa hari setelah saya menjelaskan tentang kehalalan suatu produk makanan dan minuman, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan lucu

Yayi' : itu bukunya ustadzah ada label halalnya?
Saya : toweng

Ryan : (berlari) ustadzah ini jerukku ada label halalnya gak?
Saya : gedubrak

Tio : (muka sedih) ustadzah, masakannya mamaku nggak ada label halalnya. Boleh di makan?
Saya : krompyang

Leave a comment »

Innocent… (2)

Keisa : Ustadzah itu masih umur 2 tahun kok bisa jadi ustadzah sih?
Saya : hah? 2 tahun?
Keisa : Ustadzah kan masih imut, kok bisa sih? Kayak ustadzah Dyah nih, tinggi.. besar… Baru ini namanya ustadzah
Saya : gedubrak

Saya : lain kali mas Bagus tidak membawa bekal mie instant ya. Karena mengandung MSG
Bagus : kenapa tidak boleh? Kan enak ustadzah. Ini itu makanan cepat saji.
Saya : towengggg
(semua murid sudah paham tentang bahaya MSG, kecuali Bagus.. Bisa dimaklumi karena dia penderita autis yang sering gak nyambung kalau diajak ngobrol)

Leave a comment »

Innocent.. (1)

Selalu saja banyak celetukan-celetukan lucu dari bocah-bocah imutku.. Hihi.. Yang selalu bikin gedubrak…

Beberapa di antaranya:

Hylmi : Ustadzah cantik
Saya : kalau ibu?
Hylmi : lebih cantik
Saya : gedubrak.. Wkwkwkwk

Hylmi : Ustadzah kok pipinya gak ada jerawatnya? (sambil ngelus pipi saya)
Saya : kalau ibu?
Hylmi : baaanyaaaak, katanya sakit kalau dipegang
Saya : gedubrak

Zaidan : ini namanya apa sih? (sambil nunjuk kerudungku)
Saya : kerudung. Kenapa memangnya? Kan ibu mas zaidan juga pakai kerudung.
Zaidan : iya, tapi nggak kayak gini. Ini kok panjang sekali. Karena Mbak rinda kurang tinggi tah?
Saya : gedubrak

Leave a comment »

Catatan Anekdot (4)

Yayi’ : di atas rata-rata, kecil, susah banget makan, kalau menuju kantin untuk makan siang suka muntah, cerewet, suka protes dan mengomentari, suka main sama anak cewek, beberapa kali nyembunyiin barang temen, jijikan, bawaan tasnya berat banget, SKSD

Hylmi: di atas rata-rata, kecil, penurut, suka berbagi, kalau ngomong ngoyo banget, susah makan, belum percaya diri ambil makan sendiri takut kebanyakan, suka gambar, masih bingung kanan dan kiri, masih sering makan dengan tangan kiri,

Ridho: di atas rata-rata, belum tau aturan, tanggung jawab kurang, cuek abis, suka banget gambaaaaaar, keren gambarnya, kalau mainan plastisin juga keren, kecerdasan spasial visualnya tinggi

Bariq: superior, kemandirian rendah, belum tau aturan, tanggung jawab rendah, suka berimajinasi, suka main sendiri, konsentrasi rendah, beberapa kali jatuh masuk got, suka menggambar dan baca buku, pelupa

Rasyid: superior, mandiri, suka berbagi, motorik kasar oke, tulisannya kecil banget, suka melamun, kurang percaya diri

Nico: rata-rata, belum tau aturan, mudah ikut-ikutan teman, gampang menyerah, motorik kasar oke, kinestetik suka tidak terkendali, kecerdasan linguistik rendah, suka berbagi, makannya susah, tulisannya rapi

Ryan: di atas rata-rata, troublemaker, suka bikin teman nangis, belum tau aturan, meledak-ledak kalau marah, suka mukul dan nendang, kinestetiknya belum terkendali, suka berinfaq, mandiri, diam-diam perhatian banget sama ustadzah, produksi air ludahnya over, bolak balik minta ijin meludah

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.